[ bandung ] 20 oktober 2018 percuma setiap saat aku menaruh rasa kepada dia. percuma setiap saat aku mendengarkan dia. percuma setiap saat aku berharap kepada dia. percuma setiap saat aku memperhatikan dia percuma setiap saat aku memberi kode kepada dia percuma setiap saat aku mendoakan dia percuma setiap saat semua waktu , semua tenaga , semua kesempatan , semua duniaku aku berikan , PERCUMA. ketika aku baik aku di manfaatkan. ketika aku jahat aku di benci. ketika aku memperhatikan aku di bilang terlalu berharap. ketika aku cuek aku di bilang tidak niat. lalu sekarang apa ? tanyakan pada dirimu , harus apakah aku untuk kamu mengerti ? bukan soal pesimis , tetapi lebih realistis sekarang , karena setiap aku berniat baik nan manis , aku dibuat menjadi meringis. - nopal , dipinggir jalan gatot subroto
Sebuah Ke Abstrakan Saya Sang Pencerita Dalam Diam